|
|
BEST PRACTICE
MODEL PEMBELAJARAN SOSIODRAMA DAPAT MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XII IPS1
DI SMAN 13 PADANG PADA
MATERI PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI
17 AGUSTUS 1945
DAN PEMBENTUKAN PEMERINTAH INDONESIA
oleh:
Dra. Erma
SMA Negeri 13 Padang
Sumatera Barat
2016
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Mata pelajaran sejarah seharusnya
menjadi mata pelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga menimbulkan semangat
dan keinginan siswa untuk mempelajarinya namun kenyataan mata pelajaran sejarah
merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi siswa, karena mereka menganggap
hanya pelajaran masa lalu, kalau dibiarkan tentu akan merugikan pembelajaran
sejarah sendiri padahal pembelajaran sejarah mempunyai arti penting bagi
peserta didik, terutama untuk menanamkan nilai
nasionalisme atau kebangsaan kepada peserta didik, nilai perjuangan untuk
mempertebal semangat berbangsa dan bernegara, rasa cinta tanah air dan rela
berkorban.
Selaku guru sejarah penulis selalu memperhatikan perkembangan siswa yang
diajar, dimana masih banyak siswa yang
kurang aktivitas acuh tak acuh tidak mengerjakan PR dan malas mengulang
pelajaran sehingga nilai ulangan rendah. Keadaan ini mengakibatkan hasil
belajar sejarah tidak memuaskan di SMA Negeri 13 Padang khususnya kelas XII IS 1.
Untuk itu penulis mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan Strategi Belajar Aktif. Nantinya diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar siswa. Untuk itu penulis akan melakukan Best practice judul: ” Model Pembelajaran Sosiodrama dapat
Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XII IPS1 di SMAN 13 Padang”.
B. Identifikasi Masalah
Sehubungan dengan uraian masalah diatas ditemukanlah beberapa kendala dalam
pembelajaran sejarah sebagai berikut:
1.
Metoda
mengajar belum bervariasi
2.
Strategi
yang digunakan guru belum tepat
3.
Hasil belajar
sejarah siswa masih rendah.
C. Batasan Masalah.
Mengingat luasnya ruang lingkup permasalahan dalam pembelajaran Sejarah
seperti yang telah diidentifikasi di atas maka pengajaran ini dibatasi pada
penggunaan Model pembelajaran Sosiodrama untuk meningkatkan hasil belajar sejarah siswa di kelas XII IS 1.
D. Rumusan Masalah
Mengingat keterbatasan waktu agar pengajaran ini lebih terarah dan lebih
menuju sasaran yang diharapkan maka Best Practice ini dibatasi pada:
1.
Model pembelajaran
Sosiodrama dapat meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas XI1 IS 1
SMAN 13 Padang pada materi Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan
Pembentukan Pemerintah Indonesia.
E.Tujuan dan
Manfaat Pengajaran
Adapun pun tujuan Model pengajaran ini adalah: Untuk meningkatkan hasil belajar Siswa pada proses pembelajaran
Sejarah di SMAN 13 Padang.
Manfaat model
pembelajaran ini adalah:
a. Bagi Siswa: Siswa lebih aktif dan menjadi
lebih giat dalam belajar sehingga nilainya menjadi lebih baik.
b. Bagi Guru: Meningkatkan kualitas
mengajarnya sehingga akan memberikan kolerasi positif pada peningkatan kemampuan
siswa.
KAJIAN PUSTAKA
A. Metode
Sosiodrama
I. Pengertian
Sosiodrama
Metode sosiodrama, menurut Jamarah (2005:238) adalah cara mengajar yang
memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peran
tertentu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (dalam kehidupan sosial) juga
agar terampil mendramatisasikan atau mengekspresikan sesuatu yang dihayati. Metode ini merupakan suatu metode
simulasi yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antar
insani.
Pemilihan metode sosiodrama dalam pembelajaran mempunyai tujuan dan maksud
tertentu sebagaimana pemilihan metode dan teknik lainnya dalam pembelajaran.
Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan sosiodrama adalah:
- Agar siswa dapat menghayati peranannya sehingga materi drama tidak mudah terlupakan
- Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab,sehingga kompak dan tercipta situasi PBM yg di inginkan
- Dapat belajar bagaimana memerankan peran tokoh sejarah sehingga muncul semangat nasionalisme muncul
- Dapat menghafal materi tidak mudah dilupakan sehingga menjadi pola untuk berfikir dan bertindak dan dapat bekerja sama dengan orang lain.
II. Hasil Belajar
Salah satu aspek untuk melihat
kemampuan siswa yaitu nilai.. Nilai mempunyai peranan yang sangat penting untuk
mengukur hasil belajar siswa dikarenakan mudah mengolahnya. Menurut Bloom, (
Sujana, 2004:22 ) hasil belajar diklasifikasi menjadi tiga, yaitu:
1.
Ranah kognitif,
berkenaan dengan hasil belajar, ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis,
sintesis dan evaluasi.
2. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap terdiri dari pemeranan, jawaban
atau reaksi, penilaian organisasi dan
internalisasi.
3. Ranah psikomotoris, berkenaan dengan hasil
belajar, keterampilan dan kemampuan
bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yaitu: gerakan reflek,
keterampilan dasar, kemampuan persepsi, keharmonisan dan ketepatan, gerakan
keterampilan komplek dan gerakan ekpresif dan interpretatif.
Hasil
belajar para siswa dapat berbeda walaupun materi yang diberikan sama, hal ini
disebabkan oleh faktor yang mempengaruhinya sangat banyak. Dollar dan Miller yang
dikutip Syamsul Yusuf (1992:6) mengemukakan: unsur-unsur yang mempengaruhi
efektifitas belajar adalah sebagai berikut: (1) motivasi, (2) perhatian dan
mengetahui tujuan, (3) usaha, (4) evaluasi dan pemantapan hasil. Hasil belajar
siswa dapat diketahui dengan memberikan tes hasil belajar. Bagi siswa, hasil belajar berguna untuk
memperbaiki cara belajar .
Hasil belajar dalam penilaian ini adalah hasil belajar yang diperoleh dari
siswa melalui tes hasil belajar,
khususnya nilai kognitif. Dengan demikian hasil belajar merupakan tolak ukur
atau patokan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam memahami suatu
mata pelajaran. Hasil belajar juga dapat memberi informasi kepada lembaga
ataupun siswa itu sendiri tentang taraf penguasaan dan kemampuan yang telah
dicapai siswa, yang berkaitan dengan materi dan keterampilan mengenai mata
pelajaran yang telah diberikan.
B.
Pelaksanaan
pengajaran
1. Perencanaan.dan persiapan
Pada tahap ini, yang
dipersiapkan komponen-komponen sebagai berikut:
a.
Mempersiapkan
rencana pembelajaran(RPP)
b.
Mempersiapkan siswa
yg cocok dg tokoh yang di perankan
c.
Mempersiapkan naskah untuk
bermain peran/sosiodrama
d.
Mempersiapkan alat
bantu yang diperlukan
e.
Menyusun soal tes
2. Pelaksanaan/ tindakan
Tindakan yang dimaksud adalah
apa saja yang dilakukan guru selama pembelajaran sebagai upaya peningkatan prestasi siswa/hasil belajar
siswa sesuai dengan model pembelajaran Sosiodrama yang telah dijelaskan pada
bab sebelumnya, maka tindakan yang dilakukan seperti berikut:
a. Pertemuan pertama tahap 1
- Guru masuk kelas dan membuka pelajaran.
- Guru memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan pembelajaran tentang seputar persiapan kemerdekaan Indonesia
- Guru mengarahkan pembelajaran kepada metode sosiodrama yang baik dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam bermain peran.
- Guru menyuruh siswa membuka naskah cerita yang telah disiapkan dan dibagikan kepada siswa untuk di pelajari minggu sebelumnya.
- Siswa mendiskusikan permasalahan yang terdapat dalam naskah cerita.dengan lawan main nya atau yang terkait.
- Secara kelompok melalui sosiodrama siswa membaca dan menghayati naskah yang mereka punyai
.
Guru menugaskan siswa mempelajari di rumah naskah yang
sudah dibagikan untuk pertemuan selanjutnya.
b. Pertemuan kedua
- Guru menanyakan kepada siswa apakah mereka sudah mempelajari dan menghayati naskah yang sudah dibagikan pada pertemuan sebelumnya.
- Guru melaksanakan proses belajar-mengajar dengan metode sosiodrama.
- Siswa secara tampil sesuai dengan peran yang telah ditentukan.
- Guru sebagai pengamat memberi masukan, dan evaluasinya terhadap penampilan siswa dalam bermain peran.
- Guru mengadakan evaluasi terhadap kelompok yang sudah tampil
.
c. Pertemuan ketiga
- Guru menanyakan kepada siswa apakah mereka sudah mempelajari dan menghayati naskah yang sudah dibagikan pada pertemuan sebelumnya.
- Guru melaksanakan proses belajar-mengajar dengan metode sosiodrama.
- Siswa secara tampil sesuai dengan peran yang telah ditentukan.
- Guru sebagai pengamat memberi masukan, dan evaluasinya terhadap penampilan siswa dalam bermain peran.
- Guru dan siswa mengadakan evaluasi terhadap beberapa kelompok yang sudah tampil.
- Guru mengadakan tes pada siklus pertama pertemuan ketiga untuk melihat ketercapaian KD
e. Pertemuan keempat
- Guru membuka pelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar.
- Siswa tampil memerankan tokoh yang ada dalam naskah.
- Diskusi dan evaluasi terhadap penampilan siswa.
- Setiap pemeranan mengungkapkan pengalaman selama dan sesudah bermain peran dan merumuskan generalisasi atas pengalaman yang diperoleh.
- Guru memberikan pujian terhadap siswa yang baik dalam bermain peran
- Guru memberikan penguatan terhadap dialog-dialog siswa yang sesuai dengan KD.
- Guru dalam proses belajar menekankan kepada indikator yang ingin dicapai.
- Guru menutup proses belajar mengajar dengan memberikan tes akhir
C.Pengamatan / observasi
Bentuk tes yang digunakan dalam
pengumpulan data ini adalah tes prestasi yang tujuannya adalah untuk mengukur
pencapaian siswa setelah mempelajari sesuatu. Tes yang diberikan adalah sesuai
dengan KD
D.
Refleksi
Hakikat
refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi, apa yang telah
dihasilkan atau apa yang belum atau tidak tuntas pada proses PBM yang sudah
berjalan. Kegiatan meliputi analisis, sÃntesis dan penilaian
terhadap hasil pengamatan terhadap tindakan yang dilakukan.
SKENARIO
PEMBELAJARAN ( 135 Menit / 3 jam
pelajaran )
1. Pendahuluan
a.
Persepsi guru
membuka pelajaran dengan menanyakan kepada siswa tentang pelajaran
sebelumnya kekalahan Jepang di beberapa
Medan ( 5 menit)
b.
Siswa mendengar
informasi tentang kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai setelah
proses belajar mengajar (5 menit)
2. Kegiatan Inti (90 menit) Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi
Para pemain :
1. Randi Gustian :
Sebagai narási, memperkenalkan pemain, pembaca
keadaan Jepang
di Indonesia di tahun1944/1945
2. Ikhsan,M : Jendral Kaiso (PM Jepang
pengganti Tojo)
3. Ramon Saputra : Jend Kumakichi Harada (Panglima bala tentara
Jepang XVI)
4. Nur Azmil :
DR. Rajiman (Ketua BPUPKI)
5. Dedi Yusman : Ir. Sukarno (Wakil ketua BPUPKI)
Susana sidang
BPUPKI pemerannya adalah sebagai:
·
DR.Rajiman
diperankan Nur Azmil
·
Moh Yamin
diperankan oleh Ega Yolanda
·
Mr Soepomo di
perankan oleh Ikmal gani
·
Ir Sukarno di
perankan oleh Dedi Yusman
|
Randi sebagai
narator
|
:
|
Pada tahun 1944
kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin sulit oleh sebab itu Jepang
menerapkan beberapa kebijakan baru yang lebih melunak di daerah yang
didudukinya.
Sementara itu di negara Jepang sendiri terjadi krisis
politik dan ekonomi sehingga PM Jepang jenderal Kuniaki Kaiso memberikan
Janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia di depan sidang parlemen Jepang
inilah dia…..Jenderal Kaiso.
|
|
Jendral Kaiso: Membungkuk kiri kanan
|
:
|
Bangsa Indonesia
… haiiik boleh mengibarkan bendera Merah Putih di kantor-kantor pemerintah,
asal berdampingan dengan bendera Jepang hino maru..haiik…..
|
|
Randi Gustian
dengan: suara lantang penuh perasaan
|
:
|
Sementara itu
keadaan Jepang semakin gawat Panglima
bala tentera Jepang keXVI mengumumkan dibentuk Dukuritsu jumbi cosakai.
Inilahdia ………Jendral Kumakhichi Harada……..
|
|
Jend.KumakichyHarada:
Membungkuk
kekiri,
Kanan
|
:
|
Haiik…untuk menyelidiki hal penting tentang
pembentukan Negara Indonesia maka kami membentuk Dukuritsu jumbi cosakai
dengan anggota 67 orang (BPUPKI) di pimpin oleh Dr Rajiman widyo dinigrat.
|
|
Dr Rajiman: diperlihatkan
Suasana sedang
memimpin sidang
|
:
|
BPUPKI, ketua saya sendiri anggot 67 orang 7 orang jepang sebagai
pengamat, sidang di mulai 29 Mei -1 Juni 1945 untuk merumuskan dasar negara
merdeka.selama itu ada 3 orang tokoh yang mengusulkan dasar negara M Yamin,
Mr. Supomo dan Ir Sukarno pada tanggal 1 Juni 1945.
Untuk menyatukan
pendapat tentang dasar negara kita akan bentuk panitia 9 sidang nanti pada
tanggal 22 Juni1945. Ketua Ir Sukarno.
|
|
Ir.Sukarno:
Memimpin sidang tanggal
22 Juni 1945
|
:
|
Saudara sekalian… sidang kita ini
menghasilkan suatu kesepakatan kita telah punya 1 dasar negara yaitu “ Piagam Jakarta” isinya:
Setelah sidang
ini selesai, kita akan sidang pada tanggal 10-16 juli 1945 untuk membicarakan
RUUD.
|
|
Ir. Sukarno
memimpin
Sidang BPUPKI 2
(10 Juli-16 juli 1945)
|
:
|
Anggota sidang 67
orang sudah 2 hari belum terdapat kata sepakat maka dibentuklah panitia
perancang UUD(19 orang) dipimpin oleh Sukarno 14 Juli 1945 panitia perancang UUD berhasil melaporkan 3 hal
penting:
1 Pernyataan Indonesia
merdeka.
2 Pembukaan UUD.
3 Batangtubuh
UUD.
Setelah sidang
BPUPKI 2 berhasil membuat RUUD maka
BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan PPKI.
|
3. Evaluasi
Memberikan
soal kepada siswa 4 buah soal (20 menit)
1.
Jelaskanlah Janji PM Jepang Kaiso kepada rakyat Indonesia di depan sidang
perlemen Jepang
2. Apa isi
pengumuman Jenderal Kumakichi harada terhadap Rakyat Indonesia.
3. Apa isi sidang BPUPKI I
tanggal 29 Mei-1 Juni1945
4. Apa isi sidang BPUPKI II
tanggal 14 Juli 1945
4. Konfirmasi
Dalam
kegiatan konfirmasi, Siswa:
·
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: bersahabat,
peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab
·
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Religius,
disiplin, kerja keras, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air
5.Kegiatan Penutup
a
Siswa dengan
bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran (5 menit)
b
Siswa memberikan
refleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan (5 menit)
c
Guru menugaskan
siswa untuk pertemuan berikutnya (5 menit)
SUMBER PEMBELAJARAN
-
Badrika, I Wayan, Sejarah untuk kelas X1I, Jakarta :
Erlangga
PENILAIAN
1. Kriteria Penilaian
: Aspek Apektif
a
Teknik
Penilaian : Tes Tertulis
b
Bentuk
Penilaian : Tes Uraian / Essay Test
c
Soal/
Instrumen :
1.
Jelaskanlah Janji PM Jepang
Kaiso kepada rakyat Indonesia didepan sidang Parlemen Jepang
2
Apa
isi pengumuman Jenderal Kumakichi Harada terhadap Rakyat Indonesia.
3
Apa
isi sidang BPUPKI 1(29 Mei-1 Juni1945)
4
Apa isi sidang BPUPKI 2 tanggal (10-16 Juli 1945)
2. Penilaian
Aspek Kognitif
|
NO
|
ASPEK
|
SKOR
|
|
1
|
Dapat
menjelaskan janji PM Jepang Kaiso kepada rakyat Indonesia didepan sidang
parlemen Jepang
§ Sempurna
§ Kurang
Sempurna
§ Salah
|
0-25
25
15
0
|
|
2
|
Dapat menjelas kan isi pengumuman
jenderal kumakichi harada terhadap rakyat Indonesia.
§ Sempurna
§ Kurang
Sempurna
§ Salah
|
0-25
25
15
0
|
|
3
|
Dapat menjelaskan isi sidang BPUPKI 1
§ Sempurna
§ Kurang
Sempurna
§ Salah
|
0-25
25
15
0
|
|
4
|
Dapat
menjelas kan isi sidang BPUPKI 2
§ Sempurna
§ Kurang
Sempurna
§ Salah
|
0-25
25
15
0
|
Nilai = 
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar