Jumat, 18 Maret 2016

BEST PRACTICE




BEST PRACTICE


MODEL PEMBELAJARAN SOSIODRAMA DAPAT MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XII IPS1
DI SMAN 13 PADANG PADA MATERI PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI
 17 AGUSTUS 1945 DAN PEMBENTUKAN PEMERINTAH INDONESIA 




oleh:
Dra. Erma







SMA Negeri 13 Padang
Sumatera Barat
2016



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Mata pelajaran sejarah seharusnya menjadi mata pelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga menimbulkan semangat dan keinginan siswa untuk mempelajarinya namun kenyataan mata pelajaran sejarah merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi siswa, karena mereka menganggap hanya pelajaran masa lalu, kalau dibiarkan tentu akan merugikan pembelajaran sejarah sendiri padahal pembelajaran sejarah mempunyai arti penting bagi peserta didik, terutama untuk menanamkan nilai nasionalisme atau kebangsaan kepada peserta didik, nilai perjuangan untuk mempertebal semangat berbangsa dan bernegara, rasa cinta tanah air dan rela berkorban.
Selaku guru sejarah penulis selalu memperhatikan perkembangan siswa yang diajar, dimana masih banyak siswa yang kurang aktivitas acuh tak acuh tidak mengerjakan PR dan malas mengulang pelajaran sehingga nilai ulangan rendah. Keadaan ini mengakibatkan hasil belajar sejarah tidak memuaskan di SMA Negeri 13 Padang khususnya kelas XII IS 1.  
Untuk itu penulis mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan Strategi Belajar Aktif. Nantinya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu penulis akan melakukan Best practice judul:  ” Model Pembelajaran Sosiodrama dapat Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XII IPS1  di SMAN 13 Padang”.
B. Identifikasi Masalah
Sehubungan dengan uraian masalah diatas ditemukanlah beberapa kendala dalam pembelajaran sejarah sebagai berikut:
1.      Metoda mengajar belum bervariasi
2.      Strategi yang digunakan guru belum tepat
3.      Hasil belajar sejarah siswa masih rendah.
C. Batasan Masalah.
Mengingat luasnya ruang lingkup permasalahan dalam pembelajaran Sejarah seperti yang telah diidentifikasi di atas maka pengajaran ini dibatasi pada penggunaan Model pembelajaran Sosiodrama untuk meningkatkan  hasil belajar sejarah siswa di kelas XII IS 1.
D. Rumusan Masalah
Mengingat keterbatasan waktu agar pengajaran ini lebih terarah dan lebih menuju sasaran yang diharapkan maka Best Practice ini dibatasi pada:
1.      Model pembelajaran Sosiodrama dapat meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas XI1 IS 1 SMAN 13 Padang pada materi Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembentukan Pemerintah Indonesia.
E.Tujuan dan Manfaat Pengajaran
Adapun pun tujuan Model pengajaran ini adalah: Untuk meningkatkan hasil belajar Siswa pada proses pembelajaran Sejarah di SMAN  13 Padang.
Manfaat model pembelajaran  ini adalah:
a.       Bagi Siswa: Siswa lebih aktif dan menjadi lebih giat dalam belajar sehingga nilainya menjadi lebih baik.
b.      Bagi Guru: Meningkatkan kualitas mengajarnya sehingga akan memberikan kolerasi positif pada peningkatan kemampuan siswa.

KAJIAN PUSTAKA
A. Metode Sosiodrama
I. Pengertian Sosiodrama
Metode sosiodrama, menurut Jamarah (2005:238) adalah cara mengajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (dalam kehidupan sosial) juga agar terampil mendramatisasikan atau mengekspresikan sesuatu yang  dihayati. Metode ini merupakan suatu metode simulasi yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antar insani.
Pemilihan metode sosiodrama dalam pembelajaran mempunyai tujuan dan maksud tertentu sebagaimana pemilihan metode dan teknik lainnya dalam pembelajaran. Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan sosiodrama adalah:
  1. Agar siswa dapat menghayati  peranannya sehingga materi drama tidak mudah terlupakan
  2. Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab,sehingga kompak dan tercipta situasi PBM yg di inginkan
  3. Dapat belajar bagaimana memerankan peran tokoh sejarah sehingga muncul semangat nasionalisme muncul
  4. Dapat menghafal materi tidak mudah dilupakan sehingga menjadi pola untuk berfikir dan bertindak dan dapat bekerja sama dengan orang lain.

II. Hasil Belajar
Salah satu aspek untuk melihat kemampuan siswa yaitu nilai.. Nilai mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengukur hasil belajar siswa dikarenakan mudah mengolahnya. Menurut Bloom, ( Sujana, 2004:22 ) hasil belajar diklasifikasi menjadi tiga, yaitu:
1.      Ranah kognitif, berkenaan dengan hasil belajar, ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.
2. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap terdiri dari pemeranan, jawaban atau reaksi,   penilaian organisasi dan internalisasi.
3.   Ranah psikomotoris, berkenaan dengan hasil belajar, keterampilan dan kemampuan   bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yaitu: gerakan reflek, keterampilan dasar, kemampuan persepsi, keharmonisan dan ketepatan, gerakan keterampilan komplek dan gerakan ekpresif dan interpretatif.
Hasil belajar para siswa dapat berbeda walaupun materi yang diberikan sama, hal ini disebabkan oleh faktor yang mempengaruhinya sangat banyak. Dollar dan Miller yang dikutip Syamsul Yusuf (1992:6) mengemukakan: unsur-unsur yang mempengaruhi efektifitas belajar adalah sebagai berikut: (1) motivasi, (2) perhatian dan mengetahui tujuan, (3) usaha, (4) evaluasi dan pemantapan hasil. Hasil belajar siswa dapat diketahui dengan memberikan tes hasil belajar.  Bagi siswa, hasil belajar berguna untuk memperbaiki cara belajar .
Hasil belajar dalam penilaian ini adalah hasil belajar yang diperoleh dari siswa melalui tes  hasil belajar, khususnya nilai kognitif. Dengan demikian hasil belajar merupakan tolak ukur atau patokan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam memahami suatu mata pelajaran. Hasil belajar juga dapat memberi informasi kepada lembaga ataupun siswa itu sendiri tentang taraf penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai siswa, yang berkaitan dengan materi dan keterampilan mengenai mata pelajaran yang telah diberikan.
B.     Pelaksanaan pengajaran
1. Perencanaan.dan persiapan
Pada tahap ini, yang dipersiapkan komponen-komponen sebagai berikut:
a.    Mempersiapkan rencana pembelajaran(RPP)
b.    Mempersiapkan siswa yg cocok dg tokoh yang di perankan
c.    Mempersiapkan naskah untuk bermain peran/sosiodrama
d.   Mempersiapkan alat bantu yang diperlukan
e.    Menyusun soal tes

2. Pelaksanaan/ tindakan
Tindakan yang dimaksud adalah apa saja yang dilakukan guru selama pembelajaran sebagai upaya  peningkatan prestasi siswa/hasil belajar siswa sesuai dengan model pembelajaran Sosiodrama yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka tindakan yang dilakukan seperti berikut:
a. Pertemuan pertama tahap 1
  1. Guru masuk kelas dan membuka pelajaran.
  2. Guru memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan pembelajaran tentang seputar persiapan kemerdekaan Indonesia
  3. Guru mengarahkan pembelajaran kepada metode sosiodrama yang baik dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam bermain peran.
  4. Guru menyuruh siswa membuka naskah  cerita yang telah disiapkan dan dibagikan kepada siswa untuk di pelajari minggu sebelumnya.
  5. Siswa mendiskusikan permasalahan yang terdapat dalam naskah cerita.dengan lawan main nya atau yang terkait.
  6. Secara kelompok  melalui sosiodrama siswa membaca dan menghayati naskah yang mereka punyai
.
Guru menugaskan siswa mempelajari di rumah naskah yang sudah dibagikan untuk pertemuan selanjutnya.
b. Pertemuan kedua
  1. Guru menanyakan kepada siswa apakah mereka sudah mempelajari dan menghayati naskah yang sudah dibagikan pada pertemuan sebelumnya.
  2. Guru melaksanakan proses belajar-mengajar dengan metode sosiodrama.
  3. Siswa secara  tampil sesuai dengan peran yang telah ditentukan.
  4. Guru sebagai pengamat memberi masukan, dan evaluasinya terhadap penampilan siswa dalam bermain peran.
  5. Guru mengadakan evaluasi terhadap  kelompok yang sudah tampil
.
c. Pertemuan ketiga
  1. Guru menanyakan kepada siswa apakah mereka sudah mempelajari dan menghayati naskah yang sudah dibagikan pada pertemuan sebelumnya.
  2. Guru melaksanakan proses belajar-mengajar dengan metode sosiodrama.
  3. Siswa secara  tampil sesuai dengan peran yang telah ditentukan.
  4. Guru sebagai pengamat memberi masukan, dan evaluasinya terhadap penampilan siswa dalam bermain peran.
  5. Guru dan siswa mengadakan evaluasi terhadap beberapa kelompok yang sudah tampil.
  6. Guru mengadakan tes pada siklus pertama pertemuan ketiga untuk melihat ketercapaian KD

e. Pertemuan keempat
  1. Guru membuka pelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar.
  2. Siswa  tampil memerankan tokoh yang ada dalam naskah.
  3. Diskusi dan evaluasi terhadap  penampilan siswa.
  4. Setiap pemeranan mengungkapkan pengalaman selama dan sesudah bermain peran dan merumuskan generalisasi atas pengalaman yang diperoleh.
  5.  Guru memberikan pujian terhadap siswa yang baik dalam bermain peran
  6. Guru memberikan penguatan terhadap dialog-dialog siswa yang sesuai dengan KD.
  7. Guru dalam proses belajar  menekankan kepada indikator yang ingin dicapai.
  8. Guru menutup proses belajar mengajar dengan memberikan tes akhir

C.Pengamatan / observasi
Bentuk tes yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah tes prestasi yang tujuannya adalah untuk mengukur pencapaian siswa setelah mempelajari sesuatu. Tes yang diberikan adalah sesuai dengan KD
D. Refleksi
Hakikat refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi, apa yang telah dihasilkan atau apa yang belum atau tidak tuntas pada proses PBM yang sudah berjalan. Kegiatan meliputi analisis, síntesis dan penilaian terhadap hasil pengamatan terhadap tindakan yang dilakukan.                            

SKENARIO PEMBELAJARAN  ( 135 Menit / 3 jam pelajaran )
1. Pendahuluan
a.       Persepsi guru membuka pelajaran dengan menanyakan kepada siswa tentang pelajaran sebelumnya  kekalahan Jepang di beberapa Medan ( 5 menit)
b.      Siswa mendengar informasi tentang kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai setelah proses belajar mengajar (5 menit)

2. Kegiatan Inti (90 menit) Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi
Para pemain :
1. Randi Gustian         : Sebagai narási, memperkenalkan pemain, pembaca  keadaan                                       Jepang di Indonesia di tahun1944/1945
2. Ikhsan,M                 : Jendral Kaiso (PM Jepang pengganti Tojo)
3. Ramon Saputra       :  Jend Kumakichi Harada (Panglima bala tentara Jepang XVI)
4. Nur Azmil               :  DR. Rajiman (Ketua BPUPKI)
5. Dedi Yusman          :  Ir. Sukarno (Wakil ketua BPUPKI)

Susana sidang  BPUPKI  pemerannya adalah sebagai:
·         DR.Rajiman diperankan  Nur Azmil
·         Moh Yamin diperankan oleh Ega Yolanda
·         Mr Soepomo di perankan oleh Ikmal gani
·         Ir Sukarno di perankan oleh  Dedi Yusman

Randi sebagai narator
:
Pada tahun 1944 kedudukan Jepang dalam perang Pasifik semakin sulit oleh sebab itu Jepang menerapkan beberapa kebijakan baru yang lebih melunak di daerah yang didudukinya.
 Sementara itu  di negara Jepang sendiri terjadi krisis politik dan ekonomi sehingga  PM  Jepang jenderal Kuniaki Kaiso memberikan Janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia di depan sidang parlemen Jepang inilah dia…..Jenderal Kaiso.
Jendral Kaiso: Membungkuk kiri kanan
:
Bangsa Indonesia … haiiik boleh mengibarkan bendera Merah Putih di kantor-kantor pemerintah, asal berdampingan dengan bendera Jepang hino maru..haiik…..
Randi Gustian dengan: suara lantang penuh perasaan
:
Sementara itu keadaan Jepang semakin gawat  Panglima bala tentera Jepang keXVI mengumumkan dibentuk Dukuritsu jumbi cosakai. Inilahdia ………Jendral Kumakhichi Harada……..
Jend.KumakichyHarada:
Membungkuk kekiri,
Kanan
:
Haiik…untuk menyelidiki hal penting tentang pembentukan Negara Indonesia maka kami membentuk Dukuritsu jumbi cosakai dengan anggota 67 orang (BPUPKI) di pimpin oleh Dr Rajiman widyo dinigrat.

Dr Rajiman: diperlihatkan
Suasana sedang
memimpin sidang
:
 BPUPKI, ketua  saya sendiri  anggot 67 orang 7 orang jepang sebagai pengamat, sidang di mulai 29 Mei -1 Juni 1945 untuk merumuskan dasar negara merdeka.selama itu ada 3 orang tokoh yang mengusulkan dasar negara M Yamin, Mr. Supomo dan Ir Sukarno pada tanggal 1 Juni 1945.
Untuk menyatukan pendapat tentang dasar negara kita akan bentuk panitia 9 sidang nanti pada tanggal 22 Juni1945. Ketua Ir Sukarno.
Ir.Sukarno:
Memimpin sidang tanggal  22 Juni 1945
:
 Saudara sekalian… sidang kita ini menghasilkan suatu kesepakatan kita telah punya 1 dasar negara yaitu “ Piagam Jakarta”  isinya:
  1. Ketuhanan dengan  kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.    
  2. Kemanusian yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Setelah sidang ini selesai, kita akan sidang pada tanggal 10-16 juli 1945 untuk membicarakan RUUD.
Ir. Sukarno memimpin
Sidang BPUPKI 2 (10 Juli-16 juli 1945)
:
Anggota sidang 67 orang sudah 2 hari belum terdapat kata sepakat maka dibentuklah panitia perancang UUD(19 orang) dipimpin oleh Sukarno 14 Juli 1945 panitia  perancang UUD berhasil melaporkan 3 hal penting:
1 Pernyataan Indonesia merdeka.
2 Pembukaan UUD.
3 Batangtubuh UUD.
Setelah sidang BPUPKI 2 berhasil membuat RUUD maka  BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan PPKI.
3. Evaluasi
Memberikan soal kepada siswa 4 buah soal (20 menit)
1. Jelaskanlah Janji PM Jepang Kaiso kepada rakyat Indonesia di depan sidang perlemen Jepang
2.  Apa isi pengumuman Jenderal Kumakichi harada terhadap Rakyat Indonesia.
3. Apa isi sidang BPUPKI  I tanggal 29 Mei-1 Juni1945
4.  Apa isi sidang BPUPKI  II  tanggal 14 Juli 1945
         
4. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: bersahabat, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Religius, disiplin, kerja keras, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air
5.Kegiatan Penutup
a         Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran (5 menit)
b        Siswa memberikan refleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan (5 menit)
c         Guru menugaskan siswa untuk pertemuan berikutnya (5 menit)

SUMBER PEMBELAJARAN
-   Badrika, I Wayan, Sejarah untuk kelas X1I, Jakarta : Erlangga
PENILAIAN
1. Kriteria Penilaian  : Aspek Apektif
a      Teknik Penilaian    : Tes Tertulis
b     Bentuk Penilaian   : Tes Uraian / Essay Test
c      Soal/ Instrumen      :
1.      Jelaskanlah Janji PM Jepang Kaiso kepada rakyat Indonesia didepan sidang Parlemen Jepang
2        Apa isi pengumuman Jenderal Kumakichi Harada terhadap Rakyat Indonesia.
3        Apa isi sidang BPUPKI 1(29 Mei-1 Juni1945)
4        Apa  isi sidang BPUPKI 2  tanggal (10-16 Juli 1945)     
2. Penilaian  Aspek Kognitif
NO
ASPEK
SKOR
1
Dapat menjelaskan janji PM Jepang Kaiso kepada rakyat Indonesia didepan sidang parlemen Jepang
§ Sempurna                  
§ Kurang Sempurna
§ Salah                                                              

0-25

25
15
0
2
Dapat menjelas kan isi pengumuman jenderal kumakichi harada terhadap rakyat Indonesia.
§ Sempurna                  
§ Kurang Sempurna
§ Salah      

0-25

25
15
0
3
Dapat menjelaskan isi sidang BPUPKI 1
§ Sempurna                  
§ Kurang Sempurna
§ Salah   
0-25
25
15
0
4
Dapat menjelas kan isi sidang BPUPKI 2
§ Sempurna                  
§ Kurang Sempurna
§ Salah 
0-25

25
15
0

Nilai =

Foto 1. Anak sedang melakukan sidang  BPUPKI

 
IMG_2212
Foto 2. Mempersiapkan ujian